Como vs Lazio: Debut Impian Cesc Fàbregas di Serie A, Nico Paz Bersinar

Laga perdana Serie A 2025/26 menghadirkan kejutan besar saat Como sukses menumbangkan Lazio dengan skor 2–0 di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Minggu (24/8/2025). Pertandingan ini bukan sekadar kemenangan, tetapi juga pernyataan tegas dari tim promosi bahwa mereka siap bersaing di level tertinggi. Dua gol yang lahir dari Tasos Douvikas (47’) dan Nico Paz (73’) menjadikan malam tersebut bersejarah, baik bagi klub maupun pelatih muda mereka, Cesc Fàbregas.

BACA JUGA:
Temukan ulasan prediksi pertandingan Serie A lainnya di kategori Prediksi Liga Italia untuk memahami tren dan kejutan terbaru yang bisa terjadi setiap pekan.

Ringkasan Pertandingan

Laga dimulai dengan tempo tinggi. Como yang tampil sebagai tuan rumah justru lebih mendominasi penguasaan bola sejak menit awal. Dukungan penuh dari suporter di Sinigaglia menambah motivasi skuad Fàbregas untuk bermain agresif.

Namun, meski menguasai bola, gol baru tercipta di awal babak kedua. Menit ke-47, Tasos Douvikas membuka skor setelah menerima umpan terobosan brilian dari Nico Paz. Penyerang asal Yunani itu menuntaskan peluang dengan tenang, membuat kiper Lazio, Ivan Provedel, tak berkutik.

Lazio sempat membalas melalui aksi Valentín Castellanos yang mencetak gol pada menit ke-60. Tetapi, kegembiraan tim tamu sirna setelah VAR menganulir gol karena offside. Menariknya, keputusan ini diumumkan langsung melalui pengeras suara stadion—sebuah inovasi baru di Serie A musim ini untuk meningkatkan transparansi wasit.

Pada menit ke-73, Como menggandakan keunggulan. Nico Paz mengeksekusi tendangan bebas indah dari jarak menengah, bola melengkung ke pojok atas gawang Lazio tanpa bisa dijangkau Provedel. Gol itu tidak hanya memastikan kemenangan, tetapi juga menegaskan kualitas Paz sebagai pemain muda berbakat yang siap jadi sorotan di Serie A.

Lazio mencoba merespons dengan memasukkan pemain berpengalaman seperti Pedro, Marušić, hingga Boulaye Dia. Namun, rapatnya pertahanan Como membuat mereka frustrasi. Hingga peluit akhir, skor 2–0 untuk Como bertahan, menjadikan ini salah satu debut terbaik tim promosi dalam sejarah liga.

TONTON JUGA:
Saksikan kumpulan highlight Serie A terbaru di kategori Highlight Liga Italia untuk melihat momen spektakuler dari pertandingan lain.

Statistik Pertandingan

StatistikComoLazio
Penguasaan Bola63.5%36.5%
Total Tembakan195
Tembakan ke Gawang61
Tendangan Sudut60
Kartu Kuning23

Angka-angka ini menggambarkan dominasi Como, terutama dalam hal kontrol permainan dan penciptaan peluang. Lazio yang biasanya agresif justru terlihat kesulitan keluar dari tekanan.

Taktik & Strategi

Cesc Fàbregas menunjukkan kecerdikan sebagai pelatih muda. Dengan formasi 4-2-3-1, Como bermain sabar namun agresif. Dua gelandang bertahan, Lucas Da Cunha dan Máximo Perrone, memberikan keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Pergerakan Nico Paz di lini tengah menjadi pembeda: ia tidak hanya kreatif dalam mengalirkan bola, tetapi juga klinis dalam memanfaatkan bola mati.

Di babak kedua, Fàbregas melakukan rotasi cerdas. Masuknya Álvaro Morata menambah pengalaman di lini depan, sementara Sergi Roberto dan Maxence Caqueret menjaga ritme di lini tengah.

Sebaliknya, Maurizio Sarri terlihat kesulitan mengimbangi permainan lawan. Formasi 4-3-3 miliknya tidak berjalan efektif karena kurangnya penetrasi dari sayap. Zaccagni dan Cancellieri jarang mampu menembus pertahanan Como. Bahkan ketika Pedro masuk, aliran serangan tetap buntu. Lazio tampak tidak siap menghadapi pressing tinggi yang diterapkan Como.

Secara keseluruhan, Fàbregas berhasil mengalahkan Sarri baik dalam hal taktik maupun eksekusi di lapangan.

Performa Pemain Kunci

  • Nico Paz
    Menjadi bintang utama laga. Satu assist brilian untuk Douvikas dan satu gol indah dari tendangan bebas menjadikannya pusat perhatian. Selain itu, distribusi bolanya memudahkan Como mengontrol tempo.
  • Tasos Douvikas
    Striker asal Yunani ini menunjukkan ketajaman insting predator. Golnya di awal babak kedua membuka jalan kemenangan. Meski kemudian digantikan Morata, kontribusinya sangat vital.
  • Jean Butez
    Kiper Como tampil solid dengan menjaga konsentrasi sepanjang laga. Meski hanya menghadapi satu tembakan tepat sasaran dari Lazio, perannya dalam mengorganisasi pertahanan patut diapresiasi.
  • Marc-Oliver Kempf
    Bek tengah asal Jerman ini tampil disiplin, sukses mematikan pergerakan Castellanos. Kepemimpinannya di lini belakang membuat pertahanan Como nyaris tanpa cela.
  • Mattéo Guendouzi (Lazio)
    Dari kubu Lazio, Guendouzi menjadi satu-satunya pemain yang terlihat mencoba mengatur ritme. Namun, minimnya dukungan dari lini depan membuat usahanya kurang efektif.

Kesimpulan & Penutup

Kemenangan 2–0 atas Lazio menjadi tonggak penting bagi Como di musim debut Serie A mereka. Fàbregas tidak hanya membuktikan kualitasnya sebagai pelatih, tetapi juga menanamkan mentalitas positif kepada para pemain. Dengan performa impresif ini, Como menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar tim promosi, melainkan kandidat serius untuk bersaing di papan tengah.

Bagi Lazio, kekalahan ini menimbulkan tanda tanya besar terhadap konsistensi mereka. Sarri perlu segera mengevaluasi lini serang yang tumpul dan koordinasi pertahanan yang goyah. Kekalahan di pekan pertama bisa menjadi beban psikologis jika tidak segera direspon dengan kemenangan pada laga berikutnya.

Secara klasemen, hasil ini tentu menguntungkan Como yang langsung mengantongi tiga poin. Sementara Lazio harus bekerja ekstra untuk bangkit, terutama menghadapi jadwal padat di minggu-minggu awal musim.

Pada akhirnya, pertandingan ini akan dikenang sebagai debut spektakuler Como di Serie A 2025/26, dengan nama Nico Paz tercatat sebagai salah satu pemain paling bersinar. Jika konsistensi bisa dijaga, bukan tidak mungkin Como menjadi salah satu cerita sukses terbesar musim ini.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com